Postingan

Menampilkan postingan dengan label Part of my life-stories

You Never Really Know What’s Buried behind the Smile (when you have no one to blame on, when you have to fix all the mess alone, just put your headset on, and listen to your favorite song. For me, it is -ROAR-)

Orang kadang melihat kita sebagai pribadi yang selalu bahagia. Tapi mereka tidak tahu bahwa ada hal lain yang tersembunyi di balik “kebahagiaan fana” yang terlihat nyata.  Mungkin dia depresi, mungkin sebenarnya dia tertekan, tapi dia hanya tidak ingin menambah kesengsaraan itu dengan menunjukkan pada dunia apa yang ia rasakan, and the world just stare and ignore. Atau memang karena dia hanya ingin membuat orang lain melihat apa-apa yang baik saja, yang mungkin bisa di bilang kind of : spread a positive vibe, rather than share the misery . And that happened to me right now. Belajar dari keluarga yang kurang demokratis, mungkin karena memang aku kurang bisa menyampaikan pendapat dengan baik, kurang bisa menyembunyikan emosi, perasaan, bahkan untuk merangkai satu dua kata pun kadang terbata-bata karena menahan air mata. Sungguh dari semua kejadian yang aku alami dalam hidup, tahun-tahun yang mungkin sulit, aku masih sangat sangat bersyukur atas semuanya. Dan yang paling berat...

A letter for my angels

Dear  Mum, Dad. If only you can read this, if only I can tell you directly. I have no idea how to say thanks and grateful I am to have parents like you. I know it’s hard, I know you have worked hard for me, and my brother. I don’t want to let you down, never. You support me that much, let me reach my dream. Oh, if only you understand how I love this ‘stuff’, how I love this Allah’s creature. From my very first job until this one, the second, I still could not give you something. Instead of giving what you both want, I am asking more and more. This is so bad for a girl in my age, 25 this year but I still have not got job that you wish. But this is I am, you know, I have another purpose in my life better than collecting money. Oh, you have known it from my youth. I want to make this beauty sustains. I want to be, one who is truly written in Al-Qur’an, a Caliph. When nobody understands, I want you to still stand. When nobody cares, I want to be the survivor. Sometimes I think ou...
Dear Allah, thanks so much for giving me this chance. After graduate, I never imagine my life will continue like what. In my thoughts, I'll be like another job seekers, hunt job everywhere, join every jobfairs, and of course I did. But Allah showed me the way through my lecture, he gives me reccomendation to work in GIZ, an international organizations donor which handle cooperation between Indonesia and Germany in many aspects. I was put in Forclime Project and here I am, become the junior staff in National Secretary of Forest Management Unit development ( Sekretariat Nasional Pembangunan KPH). We do communication with many parties, and what I do now is helping the executive secretary to revise Government Regulation. I just feel, how cool it is ! I pray to Allah in order that He let me participate in forestry sector, do something to my beloved forest, and now my job is the answer. I know the draft will be discussed to many parties and we just can deliver our mind , it is not us w...
Sekolah kedinasan, atau Perguruan Tinggi ? 4 Maret 2016 Pagi sekali orang tua saya sudah ribut bahas masalah sekolah kedinasan dan sekolah perguruan tinggi, dalam hal ini perguruan tinggi negeri karena kebetulan saya adalah seorang lulusan PTN. Hal yang sangat kontras , karena adik saya adalah mahasiswa yang baru memasuki semester dua sekolah kedinasan. Seperti kebanyakan pemikiran orang tua lain, seperti common people, orangtua saya menganggap sekolah kedinasan lebih baik dan menguntungkan dibandingkan perguruan tinggi karena setelah lulus mereka akan langsung mendapatkan pekerjaan tanpa susah-susah mencari. Ayah saya mengibaratkan sekolah di PT seperti naik mobil, kenceng sih emang, tapi kalo udah macet, semuanya berenti, diem. Stuck. ( kaya lulusan perguruan tinggi, kalo pada ga dapet kerja langsung pada nganggur). Sementara sekolah kedinasan kaya naik motor, pelan-pelan sih tapi kalo jalan macet bisa nyalip mobil juga, bisa was wus sana-sini. Dari dulu orangtua sa...

Semangat Job Seeker !

22 Feb 2016 Sekarang lagi hobi banget nongkrong di LSI. Buka-buka jobstreet, nyari lowongan kerja, download film, bahkan sekarag ngeblog juga :) wifi-nya lumayan kenceng sih hehe. So comfy here, berangkat dari kost jam 9 sama Laras, sarapan di tanjakan trus ke perpus deh. Si laras lagi sibuk ngerjain penelitiannya tentang E-government gitu. Ternyata gini ya rasanya nyari kerja. Eaaaaaaa Sepertinya uvi belum cukup dewasa buat masuk ke tahap ini. Kalo diitung-itung udah sebulan ini fokus job hunting, uda ada 9 job yg di apply ditambah yang kemaren ikut jobfir di UI ada 6 kalo ga salah. Ngeliat dari orang lain kok susah bgt yaa, banyak yang masih nganggur. Apalagi ada temen satu, dia pinter padahal udah ikut tes berkali-kali, gagal. Wawancara juga udah beberapa kali tapi belum ketemu jodohnya. Apalagi akuuuuuuuuuuuuuuhh ?? masih sampe tahap drop cv, belum ikut tes hikss. sedihnya udah ada dua lamaran yang ditolak, Forestry officer di Komatsu sm Orangutan Foundation. Pengeny...

Alhamdulillah now Uvi Ni'matul Anifah,S.hut

Gambar
Halo dan hola :D Alhamdulillah punya banyak waktu luang, waktu luang juga salah satu nikmat loh..hehe Alhamdulillah kesampean juga nulisnya. Gak tau mau mulai darimana, tapi yang jelas aku pengen banget berbagi pengalaman selama kuliah di Fakultas Kehutanan, IPB. Dream came true, gak nyangka sekarang udah jadi sarjana. Sarjana kehutanan, punya gelar tambahan dibelakang nama setelah 4 tahun lebih kuliah di IPB. Disaat yang lain merasa menyesal masuk ke Kehutanan (walaupun akhirnya mulai terbiasa-atau malah ada yang bersyukur), aku justru seneng banget karena ini yang diimpikan dari dulu. Aslinya pengen banget kerja dilapang, serius. Flirting with nature, of course. Tapi kata ibu bapak gak boleh keluar jawa kalo gajinya gak gede. Sekarang posisinya kan lagi nunggu wisuda nih ( preet padahal pengangguran juga), pengen nyari kerja yang gak jauh-jauh dari kehutanan. Pengen nerapin ilmu, pengen liat pohon-pohon gede, pengen ketemu hewan-hewan yang freaking awesome ! Ya Allah hu...
Mengenang.... Selamat tanggal 13 Juni ya.. Ini pertama kita tak bertemu di hari jadimu. Ke berapa ? 22 yaaa ? Aaah..usia yang sudah matang sepertinya, semoga kedewasaanmu bertambah. Apa kau ingat dua tahun lalu ? Saat itu aku ingin memberiku kejutan di tanggal ini. Aku memintamu menjemputku waktu kumpul OMDA. Disana aku telah menyiapkan sebuah kejutan untukmu, aku bahkan memberitahu teman-temanmu untuk hadir juga. Ada adik kelas kita yang baru saja masuk ke kampus ini, angkatan 49. Lalu kau memberikan potongan kue pertama ( martabak manis ) kepadaku. Aku baru ingat waktu itu kau menyuapkan kuenya dan bilang ,” Ini untuk pacarku yang paling cantik, “ Ada adik-adik kita disana, sungguh aku tak menyadari telah memberikan contoh yang buruk kepada mereka. Dipikiranku, saat itu merupakan momen terindah yang super istimewa, sebelum ada kejadian yang membuatku kecewa padamu. Ingat kah? Di perjalanan pulang kau memarahiku, aku memang sudah berjanji tidak akan bilang ke siapa...

Most people know

      M . E . N . J . A . G . A    Sudah berapa lama ya kita tidak mengobrol di tempat itu. Berbicara berbagai hal, membagi cerita hari itu, memasang wajah jelek di depanmu tanpa malu, melempar kata-kata gombal padamu, merayumu dengan kata-kata palsu. Sudah berapa lama ya tak mengucapkan kata-kata itu ? “Aku sayang kamu” Bahkan aku sudah lupa bagaimana raut mukaku saat mengatakannya, atau respon wajahmu saat mendengarnya. Terimakasih karena kau telah mengerti.   Kebanyakan orang hanya menilai dari apa yang nampak saja. Kau tahu bagaimana sulitnya aku merencanakan semua ini tanpa menyakitimu ? Kau tahu bagaimana aku mencari-cari waktu yang tepat untuk melakukan ‘kekejaman’ ini padamu ? Karena aku tak pernah menemukan saat-saat yang baik untuk melakukannya Kau tahu, sudah berapa lama aku menunggumu berbuat kesalahan yang tak bisa ku maafkan ? Lama sekali. Sampai aku tak punya cara lagi. Menunggumu berbuat kesalahan buk...

Ibu pasti tahu

Bu..lihatlah anakmu yang mulai tenggelam dalam kesibukan baru, tak mudah untuk melakukan itu semua Bu Tapi aku lakukan semua demimu, juga karena aku tak pernah punya cara cara untuk menghibur diriku sendiri.  karena aku tak pernah punya cara, cara untuk menghapus segala tentang DIA Akan kutunjukkan pada mereka, Bu. Anakmu bukanlah anak yang lemah Aku akan bangkit. Meski terasa sulit Aku rindu Bu rindu menyentuh pensil dan warna warni itu rindu akan menggoreskan kata dalam sebuah cerita kemenangan-kemenangan dahulu Tapi aku akan mencobanya lagi Bu, ibu pasti tahu apa alasan sebenarnya aku melakukan ini

Hijau (tak selamanya menyenangkan)

Hijau.. Hijau selalu melegakan, mendamaikan hati yang resah Menenangkan hati yang gundah Aku suka sekali dengan warna hijau. Membeli makanan pun lebih tertarik dengan warna hijau, semisal Donat Green tea atau kue gethuk lindri, meski rasanya entah seperti apa. Membeli body mist, melihat cairan hijau itu bagus sekali, walau entah baunya seperti apa.  Hijau selalu menenangkan, mendamaikan Hijau memberi kesejukan mata.  Tapi kali ini, ada hijau yang sebaliknya. Hijau yang meresahkan. Hijau yang memberikan dua rasa sekaligus. Entah harus senang atau sedih. Ada hijau yang menyakitkan. Lingkaran hijau di ujung sana, saat kita sama-sama 'kembali' ke dunia maya, namun tak pernah sedikit pun menyapa. Melihat lingkaran hijau kecil itu menyakitkan.  Hijau tak selamanya MENYENANGKAN

Inspirasiiiiii

Walau belum istirahat sedikit pun selepas pulang dari rumah dan bertemu keluarga tercinta, meski belum mengerjakan tugas resume penghut yang sudah menanti , ketika ide dan inspirasi ini datang tak lagi bisa ditahan. Membiarkannya tumpah menjadi sebuah cerita fiksi, inspirasi atas perjalanan pulang, dan juga inspirasi dari kamu. Semoga cerpen ini bisa tembus tiga besar ya, Allah kasih kesempatan lagi melalui lomba cerpen ini, mungkin untuk menghiburku karena tak bisa ikut IAC. Oke, bismillah... semoga berhasil :)
72 Selamat.. selamat karena telah berada di nomor urut tujuh puluh dua dalam daftar chat di inbox J Itu artinya, sudah ada enam puluh orang lebih yang berkomunikasi denganku setelah komunikasi terakhir ‘ kita ’ 15 Genap lima belas hari ya. Biasanya lima belas hari tak pernah terasa selama ini : ’ ) Ah, sudahlah. Saat tulisan ini tiba di hitungan ke-seribu pun kau tak akan pernah tahu. Kau tak pernah suka membaca tulisanku. Ingat cerpen yang kukirim di lomba waktu itu ? Terimakasih karena telah menjadi inspirasi walau kau tak pernah tertarik sedikit pun untuk membacanya.

Pelangi

Ketika ada bunyi bbm,bergegas kuambil handphone itu, berharap itu pesan dari kamu. Setelah melihat pemberitahuan bahwa kau baru saja mengganti foto profilmu , lega sekali. Yah, setidaknya aku tahu kau baik-baik saja disana.  Apa kabar ? Sudah dua belas hari ya.. ini baru pertama kali tentunya. Benar-benar belum pernah sebelumnya. Semalam aku bermimpi kau pulang, dengan jas hitam rapi dan seorang temanmu. Aku senang sekali, tapi di dalam mimpi itu kau sama sekali tak menghiraukanku. Ya Rabb.. semoga engkau membalas segala kehormatan perasaan ini. " Pelangi itu pasti akan datang, entah kapan " ( sahabat )

No body informs me :(

Hari ini.. siang sepanas ini membuat hatiku makin mangkel saja. Pagi-pagi masih datang ke kampus dengan senyum ceria seperti biasa.. Semangat karena ada Snake in Action di kampus, sebuah acara yang diadakan pleh Rimpala edukasi serum ular. Tapi pulangnya, saat melewati kortan.. melewati tempat itu, tiada lagi yang dapat menghiburku :( Ya Allah.. padahal udah daftar di slebaran yang diedarin di kelas, aku kira udah diurusin peje nya, PJ IAC FAHUTAN. Tapi ternyata aku salah.. ya Allah, tega sekali kau memangkas tunas-tunas harapan yang tumbuh subur menanti mekarnya bunga ? Pantas saja aku gak dapet jarkom buat TM. Ternyata lomba cerpennya hari ini.. Dan bahkan aku SAMA SEKALI TIDAK TAHU ! Lalu siapa yang harus bertanggung jawab ? Dua tahun lalu aku kecewa, saat itu masih asrama. Kecewa karena saat itu aku tak bisa ikut IAC karena sakit. Aku berharap tahun depannya bisa ikut. Ya, bisa ikut, tapi tak seberuntung dugaannya. Cerpen berjudul " Di bawah Tegakan Casuarina " ...

K.A.M.U

Gambar
K . A . M . U Kamu, apa kabar kamu ? Jadi ingat kata-kata sahabat, ketika kontak  yang biasanya berada di barisan pertama inbox itu lama-lama berada di baris paling bawah. Hemm.. sepertinya tidak terlalu bawah, karena kita sempat berkomunikasi bebarapa hari lalu. Ah, seandainya bisa. Seandainya ‘diperbolehkan’ , ingin sekali mengulang masa-masa dulu, saat-saat itu. Ingin sekali bercerita padamu tentang berbagai hal tidak penting dalam hidupku, bercerita kejadian menyebalkan yang kualami hari ini, mengumpat-umpat, ikut kesal padamu. Lalu dengan sabar kau menghiburku, mengeluarkan kata-kata ajaib yang seketika menenangkan hatiku. Mengajariku untuk lebih sabar, selalu ada hikmah dalam suatu kejadian. Lalu aku tersenyum, tawa kita pecah di ujung yang bersebrangan itu. Kamu baik. Bahkan lebih baik dari sebelum aku mengenalmu. Kalau orang-orang bilang “ Waktu pedekatenya aja baik, sekarang mah ketahuan semua sifat aslinya “ atau “ Baiknya di awal-awal doang, setelah udah dape...

Latepost cerita kemarin :D

Secuil kisah hari ini Selamat malam. . . Hari-hari yang begitu  sibuk ya belakangan ini. Hari Senin dan Selasa selalu menjadi hari-hari ter’panjang’ dalam setiap minggu. Alhamdulillah, nikmat bersyukur terasa sekali. Allah permudahkan segala urusan. Bersyukur kepada Allah atas kejadian apapun yang terjadi hari kemarin, hari ini. Meski hidung silih berganti bersin bak digelitik bulu ayam -___- Hari ini ketemu sama si Bapak dosen kesayangan, Pak Gun. Beliau mirip sekali dengan ayah, wajahnya, tinggi-besarnya, hanya saja kumis ayah sedikit lebih tebal dan suaranya lebih lantang. Seru banget sharing hari ini. Beberapa saat setelah memasuki ruangan dan duduk di kursi empuk itu, beliau bercerita tentang penemuannya yang sedang dalam proses pematenan ( hak paten ). Oh iya sebelumnya aku juga sempat mengucap terimakasih karena Bapak udah mau nerima aku jadi bimbingannya, trus beliau senyum-senyum.  Ahaha.. Beliau lalu menunjukkan buku 100 inovasi IPB, nah dalam buku itu ad...